Tuesday, February 19, 2013

Olimpiade Sains Nasional Bidang Geografi

Pada Tahun 2013 terdapat kebijakan yang memberikan peluang besar bagi para Geograf Indonesia yakni ditambahkannya Bidang Geografi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). Hal ini dilatarbelakangi oleh kemenangan Tim Pelajar Indonesia yang turut serta bertanding dalam Olimpiade Geografi Internasional di Cologne, Jerman pada tahun 2012 lalu. Dan tim berhasil mendapatkan medali perak dalam perlombaan tersebut. Hal ini cukup membanggakan, karena Tim Pelajar Indonesia ini notabene merupakan tim pertama bagi Indonesia yang ikut serta dalam perlombaan ini. 


Tim peraih mendali perak tersebut dibina oleh beberapa dosen yang kemudian dikoordinatori oleh Dr. Ir. Samsul Bachri, M.Eng dari Institut Teknologi Bandung. Adapun beberapa pelajar yang telah meraih juara dalam perlombaan tersebut diantaranya Bintang Rahmat Wananda, baru lulus dari SMAN 8 Jakarta dan kini kuliah di Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian ITB. Kemudian Mohammad Anja Istala juga baru lulus dari SMA Krida Nusantara dan sekarang kuliah di jurusan Geologi Universitas Gadjah Mada. Selain itu Adnan Jati Satria masih pelajar SMA Krida Nusantara, Bandung, serta Mohammad Ridwan yang juga masih bersekolah di SMA Bilingual Boardingschool Sragen, Jawa Tengah (Tempo, 11 september 2012).

Berkat peraihan juara tersebut, maka kebijakan yang muncul pada tahun 2013 ini bahwa selayaknya Bidang Mata Pelajaran Geografi masuk dalam perlombaan Olimpiade Sains Nasional. Adapun bidang Geografi ini merupakan bidang kesembilan dari awalnya hanya 8 (delapan) bidang perlombaan pada tahun 2012. Kesembilan bidang tersebut diantaranya:

1.    Matematika
2.    Fisika
3.    Kimia
4.    Biologi
5.    Astronomi
6.    Komputer
7.    Kebumian
8.    Ekonomi
9.    Geografi

Tantangan yang muncul selanjutnya adalah bagaimana para tenaga pendidik geografi untuk bersiap dalam menghadapi pelaksanaan OSN tahun ini. Oleh sebab itu, untuk dapat mempersiapkan tersebut, berikut beberapa kurikulum yang akan menjadi materi dalam perlombaan pada bidang geografi ini:

1.    Iklim dan perubahannya
2.    Bencana dan manajemen kebencanaan
3.    Sumber daya dan manajemen sumber daya
4.    Geografi lingkungan dan perencanaan pembangunan berkelanjutan
5.    Geomorfologi
6.    Geografi pertanian dan permasalahan pangan
7.    Kependudukan dan dinamikanya
8.    Geografi ekonomi dan globalisasi
9.    Geografi pembangunan
10.    Geografi kota dan perencanaan kota dan wilayah
11.    Pariwisata dan manajemen pariwisata
12.    Geografi budaya dan identitas regional
13.    Tata guna lahan
14.    Geografi regional
15.    Keterampilan pemetaan
16.    Keterampilan analisis data

Sebuah kebanggaan dan potensi besar bagi para guru-guru geografi jikalau dapat terus menjalin komunikasi dengan beberapa pihak di Universitas dalam melakukan persiapan perlombaan tersebut. Baik secara personal, kelembagaan atau melalui komunikasi langsung dengan media organisasi profesi seperti Ikatan Geograf Indonesia. Dan tak lupa pula, terdapat beberapa tokoh Geograf Indonesia yang akan terlibat dalam penjurian sekaligus pembinaan terhadap kontingen Indonesia dalam Olimpiade Geografi Internasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli hingga 5 Agustus 2013, di Kyoto, Jepang. Adapun beberapa tokoh tersebut diantaranya:

1.    Dr. Mamat Ruhimat (Pendidikan Geografi UPI, Bandung)
2.    Prof. Dr. Junun Sartohadi (Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta)
3.    Dr. M. Baiquni, M.A (Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta)
4.    Dr. Ahmad Yani (Pendidikan Geografi UPI, Bandung)
5.    Prof. Dr. Enok Maryani (Pendidikan Geografi UPI, Bandung)
6.    Drs. Ratna, M.S / Dr. Slamet Bisri, MBA (Universitas Indonesia)

Beberapa tokoh tersebut yang nantinya akan mengkawal pelaksanaan perlombaan di Bidang Geografi baik di Nasional maupun Internasional. Oleh sebab itu, informasi ini diluncurkan agar dapat membantu memberikan bekal bagi para tenaga pendidik geografi di seluruh penjuru tanah air, untuk bersama-sama mempersiapkan dalam keikutsertaan perlombaan yang kemudian dapat berdampak pada berubahnya persepsi Keilmuan Geografi di masyakat menjadi bidang yang sangat familiar serta potensial di masa depan. (agung)

7 comments:

  1. Mohammad Anja Istala asal SMAnya dari SMA Taruna Nusantara, bukan dari Krida Nusantara

    ReplyDelete
  2. iya saya ingat...Mas Agung mohon direvisi itu

    ReplyDelete
  3. Terus dimana letak perbedaanya antara kebumian dengan geografi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas sekali bedanya. Geografi lebih fokus ke permukaan bumi berikut manusia dan proses yang menyertai perubahan muka bumi. Earth science itu nir aspek manusia dalam proses terbentuknya bentang alam karena lebih fokus pada faktor endogen. Astronomi itu harusnya bukan di bidang geografi tetapi di bagian fisika. Kulaitas guru geografi jadi nanggung, geografinya tidak dalam, earth sciencenya kedodoran. Ini juga perhatian untuk IGI lepaskan saja kepada guru fisika.

      Delete
  4. Salut atas munculnya website Ikatan Geograf Indonesia. Semoga pendidikan geografi di Indonesia semakin maju melalui wadah komunidkasi.

    ReplyDelete
  5. Kurikulum pendidikan geografi sudah harus dirombak, bukan karena menghadapi olimpiade geografi tapi memang sudah banyak yang tidak relevan. Pendidikan geografi menggiriong murid jadi penghapal. Ini tantangan IGI ke depan kalau ingin pendidikan geografi lebih dihargai. Jangan salahkah pemerintah dulu ingin bubarkan kurikulum geografi karena memang sudah tidak relevan dengan tantangan yang ada.

    ReplyDelete
  6. Dengan adanya olimpiade geografi, belum mampu mendorong motivasi anak untuk mengikutinya, karna geografi saat ini di sma diajarkan hanya di jurusan ips, sementara untuk di osn geografi harus ada nilai fisika, kimia, nggak nyambung.....

    ReplyDelete